2 ISI PASAR

Kalau mau sangat disederhanakan, pasar itu isinya cuma 2 sebetulnya, PENJUAL dan PEMBELI. Satu yang menawarkan, satu yang meminta.

1 berdiri di sisi Supply
1 nya lagi berdiri di sisi Demand.

Mau kuliah di negara mana juga pasti teori dasarnya ini doank, SUPPLY – DEMAND. Bukan begitu?

Kalau sudah dibuat sederhana seperti ini, ngurusin bisnis jadi jauh lebih mudah.

Dengan mulai berfokus pada elemen dasar ini, Anda jadi tahu 2 hal paling FUNDAMENTAL yang mesti diurusin maksimal :
1. Bagaimana PRODUK selalu tersedia
2. Bagaimana PEMBELI selalu ada.

Kunci produk selalu tersedia
DANA. Bahan baku, mesin, alat, gaji, semua dibayar pakai dana.
SUPPLIER yang handal. Jangan sebentar ada – sebentar kosong. Sebentar kerja – sebentar libur.
BAHAN BAKU yang terjamin. Ketersediaan jangan cuma sedikit. Kita mau bisnis yang panjang dan lancar.
SDM terlatih. Mau itu buat sendiri ataupun pakai anak buah, terlatih menjamin kecepatan produksi.

Produk sudah ada, lalu dipasarkan donk.

3 hal untuk disematkan kedalam PRODUK, agar mudah dipasarkan:
HARGA yang LAYAK, sesuai dengan mutu. Mahal / murah menjadi relatif bila sudah layak.
NILAI LEBIH yang jelas dibanding produk pesaing. Nilai lebih menjadi Jawaban atas pertanyaan MENGAPA orang harus membeli
KUALITAS terstandar, tidak berubah dari waktu ke waktu.

Sementara, mengenai PEMBELI, 3 pertanyaan yang mesti terjawab SEBELUM produk ADA adalah : Siapa, Dimana, Bagaimana.
SIAPA yang menjadi target pemasaran produk
DIMANA para pembeli ini berada
BAGAIMANA menjangkau mereka dan membuat mereka tertarik?

3 pertanyaan ini belum terjawab tapi produk sudah di gudang? BENCANA..!
Produk tidak punya tujuan akhir.

Tidak terserap pasar meningkatkan resiko bisnis menjadi berkali-kali lipat.

BACA JUGA :   MISLEADING STRATEGY

Cerita soal stock expired, barang rusak dan hilang, modal mati, nombok bunga bank akan menjadi kisah yang tertulis di bab akhir perjalanan usaha.

Dimulai dengan mimpi indah, ditutup dengan kisah TRAGEDI. Sedih.

Tapi ya begitulah selama ini, kebanyakan bisnis yang gagal ngurusin pasar cuma 1 sisi, hanya sisi produk. Terus buat, terus adakan.

Sementara bisnis yang berhasil, mengurus pasar dari 2 sisi, Produk dan Pembeli.

1 vs 2. Selisih yang diurus bisnis yang berhasil atau yang gagal ternyata CUMA 1.