KATEGORI BARU DI LAUT BIRU

Masuk 1 pertanyaan dari member Klinik UMKM,
“Pak Wandi, bagaimana mengatasi perang harga dan pasar yang isinya pelanggan-pelanggan yang selalu minta dikasih piutang durasi panjang ? Kalau diikuti bisnis jadi gak sehat, gak diikuti gak dapat bisnis”

Begini penjelasan saya.
Ada 2 masalah :
1. Perang harga
2. Orang minta piutang panjang

Point Pertama : PERANG HARGA
Ada 1 buku judulnya Blue Ocean Strategy, sangat terkenal pada masanya, di tulis oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne.

Singkatnya seperti ini : Perang harga terjadi pada 1 kategori produk yang sudah terlalu ramai, dalam istilah marketing = RED OCEAN.

Ocean / Laut nya jadi berdarah-darah karena pelaut pada perang di atas laut yang sama.

Solusi : Hindari Red Ocean, Cari Blue Ocean.

BLUE OCEAN = laut yang biru jernih dan tidak ada pertumpahan darah pelaut di dalamnya karena jumlah pelaut di Ocean itu masih sedikit.

Blue Ocean dalam bisnis = KATEGORI BARU

Kategori baru = pelanggan baru, pasar baru, tantangan baru, strategi baru. Gak akan ketemu perang harga.

Kalo jualan / bisnis yang sudah ramai pemain, ya resikonya emang jadi perang harga, apalagi produk yang mudah ditakar orang harganya.

Coba evaluasi ulang jenis pasar dan jenis bisnis yang dipilih. Putar otak, cari ide.

Kalo saya : Selalu cari pasar yang pesaingnya sedikit, tapi ada marketnya. Apa itu ? Ya mikir, jangan terburu-buru, begitu dapat idenya, bisa jadi tambang duit tuh.

Point Kedua : ORANG MINTA PIUTANG
Makan boleh pilih – pilih, begitupun kerjaan juga, pelanggan juga.

Tau satu makanan berkolesterol tinggi, orang hindari, tapi kalo nekat, siap siap kena stroke. Begitupun kerjaan. Ketemu pelanggan beresiko, yang makan likuiditas kas kita, hindari kalo belum siap. Jangan paksakan diri

BACA JUGA :   MENGAPA JADI MUDAH..?

Kita bisnis cari duit, bukan cari kerjaan. Kalo kerjaan dapat tapi duit hilang, mending gak kerja, duit gak hilang.

Resiko adalah suatu kepastian dalam bisnis, tapi terhadap resiko juga ada perhitungan, ada manajemennya. Resiko harus dilevel terukur dan tidak membunuh bisnis bila sampai terjadi.

Respon lanjutan member Klinik UMKM
“Apakah artinya saya harus segera mengganti bisnis baru sama sekali..?”

Warren Buffett pernah bilang, jangan menguji kedalam air dengan 2 kaki. Saya tidak menyarankan berubah total sekejap, meninggalkan bisnis yang ada sama sekali.

Pasar & bisnis baru, semua masih penuh asumsi.
– Asumsi bahwa bisa ramai
– Asumsi bahwa bisa banyak pembeli
– Asumsi bahwa bisa sukses

Semua cuma Asumsi sampai terbukti pada saatnya. Dan Asumsi bisa betul bisa salah.

Bila betul ya bagus, tapi bagaimana bila Asumsi salah ?

So, sambil bangun pasar baru, terus garap pasar yang ada.

Sampai nanti pasar baru sudah sukses, baru tinggal pasar yang jelek

Dan kalau masih galau, ingatlah, burung pun bangun keluar dari sarangnya ada rezeki sendiri, jangan bergantung pada bisnis/pelanggan yang jelek dan susah. Cari yang lain. Kalo mau buka mata, buka hati, buka pikiran, pasti ada.