PENDAPATAN MASA DEPAN

Jangan membiayai Gaya Hidup hari ini dengan pendapatan masa depan, kata para ahli perencanaan keuangan. Soalnya, Gaya Hidup itu bersifat susut, habis, tidak bersisa, bahkan tidak nyata, dan semu.

Sementara, pendapatan masa depan adalah uang yang bahkan belum dipegang. Benar akan ada pun entahlah.
Mungkin di May adanya, maksudnya May be beneran akan ada, May be emang gak akan pernah ada.

Bagaimana membayar sesuatu dengan pendapatan masa depan ? Dengan Hutang. Apakah kartu kredit, pinjaman ke bank, atau pinjam ke orang.

Membayar sesuatu yang susut habis seperti gaya hidup menggunakan pendapatan yang bahkan belum diterima ditangan membuat apa yang dihasilkan dari kerja 30 hari kedepan bisa habis tak bersisa.

Tanggal gajian belum tiba tapi saldo sudah kosong terpakai membayar hutang, beserta bunga-bunganya.

Bayangkan bila ini sudah menjadi kebiasaan, siklusnya berulang, bulan ke bulan uang hasil kerja habis, cuma numpang lewat doank sambil say Hii.

Tidak punya uang satu hari pun pusing, apalagi setiap bulan saldo minus. Bisa pusing tujuh keliling delapan putaran.

Mereka yang mendahulukan gaya hidup, dipikir yang dia lakukan akan membuatnya terlihat hebat di mata tetangga, kawan, lingkungan. Padahal tetangga, kawan, lingkungan mungkin tidak sepeduli itu dia pakai apa dan punya apa.

Kalangan yang peduli siapa punya apa itu biasanya dari kelompok orang susah golongan julid. Dan menjadi keren di hadapan mereka itu gak ada keren-kerennya sama sekali.

Kalangan berada biasanya sudah santai dengan apa yang dia punya. Mereka tahu mobilnya mewah tapi ada yang lebih mewah. Duitnya banyak, tapi ada yang tumpukannya lebih tebal. Sehingga tidak ada yang perlu dipamer.

BACA JUGA :   PASSIVE INCOME PROPERTI SEWA

Bagi kaum berada fokusnya bagaimana akhir bulan selalu sisa duit, bukan sisa hutang. Mereka menjaga bulan ini rekening nambah berapa, bukan bulan ini rekening tinggal berapa.

Mereka yang membiayai Gaya Hidup hari ini dengan pendapatan masa depan mungkin lupa bahwa Gaya Hidup itu ada kaya GAYA di depannya.

Dalam rumus Fisika, gaya itu berbanding lurus dengan tekanan. Makin besar Gaya, tekanan juga akan makin besar.

Kalo sekarang ada yang hidupnya banyak tekanan bisa jadi karena kebanyakan Gaya. Mau tekanan hilang ? buang gayanya, gedein pendapatan, Bos..!

Leave a Reply

Your email address will not be published.